KEHIDUPANKU
Istriku
berbaring di atas kasur kamar rumah sakit yang terlihat lemah dimataku,tak
kunjung sembuh penyakit yang dideritanya selama 2 tahun ini. Selalu ku temani
selama dia berada di rumah sakit dan selalu kudampingi selagi dia membutuhkan
ku. Namun apa daya istriku telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah selama
ini dia berjuang untuk kesembuhannya. Aku sangat sedih ketika melihat
kepergiannya.
Pemakan ramai yang
sudah dikelilingi oleh para kerabat dekatnya dan teman-temanku pula berada
disitu dan mereka turut bersedih atas kepergian istriku. “aku turut berbelasungkawa atas kepergian istrimu,don’t be sad man”
sahut salah seorang teman lamaku bernama jony. “iya makasih” jawabku.
Seakan menuju kamar
mandi tiba-tiba pintu depan rumahku berbunyi bel menandakan ada seseorang. “tinnuunnggg...tinnunngg”. Aku buka pintu
depan rumahku dan didepan pintu ada seorang yang berpakaian seperti pengantar
surat atau sejenisnya tetapi kali ini orang tersebut bukan membawa surat
melainkan membawa bungkusan seperti kotak atau kado ulang tahun. “apakah benar ini rumah anda” sahut orang
tersebut sambil melihat daftar nama kiriman barang. “iya betul” sahutku. “silahkan
tanda tangan disini” sahutnya
lagi,lalu aku menanda tangani yang sesuai apa yang diperintahkan. “makasih pak” sahutku kepada pengantar
barangku tadi, “iya sama-sama”
jawabnya.
Aku makin penasaran
atas isi barang yang ku terima tadi. Aku membuka barang tersebut,ternyata..
didalamnya ada seekor kucing yang lucu dan menggemaskan,aku langsung tersenyum dan
berkata “oh my god,I ilike it”. Dan
ada sehelai surat yang kulihat didalamnya. “sayangku..terimakasih
atas semuanya yang telah engkau berikan kepadaku selama ini,yang telah ada
disampingku. Mohon maaf apabila aku telah merepotkan selama aku ada
dikehidupanmu. Mohon maaf juga atas kepergianku
yang begitu cepat yang tidak selalu ada untukmu dan yang tidak selalu ada
disamping kamu. Mohon maaf pula ketika kamu berulang tahun tetapi aku telah
melewatkan nya dan sebagai gantinya ini hadiah dariku untukmu sayangku,dan
semoga kamu senang dengan apa yang kuberikan ini. Happy birthday to you...happy
birthday to youuu.. makasih ya atas semuanya” begitu isi surat tersebut dan
ternyata itu hadiah dari istriku.
Aku sekarang sendiri
dirumah bersama kucing pemberian istriku,dan selalu merindukan istriku yang
dulu disampingku ketika bersantai dirumah,tetapi dengan adanya kehadiran kucing
pemberian istriku itu sekarang bisa memberiku sedikit lebih tenang.
Dipagi yang cerah aku
berjalan-jalan dengan kucing pemberian istriku ke tempat yang membuatku ku
tenang yaitu tempat dimana dulu aku dan istriku biasa bersantai ditepi danau
yang sungguh indah dipandang dengan menggunakan mobil yang sudah kubeli dengan
tabunganku dan tabungan istriku seakan membuat kenangan semua ini tak
terlupakan,sesampainya di tempat yan membuatku kagumi disana terlihat
pemandangan yang sungguh indah dilihat dan menyaksikannya dengan kucing
kesayanganku.
Cuaca semakin panas
sehingga aku dan kucing kesayanganku beranjak pergi dari tempat yang penuh
kenangan itu. Ketika sedang berjalan menuju rumah ternyata bahan bakar
kendaranku hampir habis sehingga aku hinggap ketempat pengisian bahan bakar.
Aku sedang mengisi bahan akar ke mobilku lalu ada 5 orang yang sedang mengisi
bahan bakar juga dan salah satu dari mereka menghampiriku dan mengatakan “mobil keren,berapa harganya?” sahut pria
tersebut, “mobil ini tidak ku jual”
jawabku lalu pria tersebut menghampiri kucing kesayanganku yang berada di dalam
mobilku. “jangan sentuh kucingku dan
jangan ganggu diriku lagi” sahutku sampil menepil tangan pria tesebut yang
hendak ingin mengambil kucing kesayanganku. “sudahlah jangan buang-buang waktu kita saja,mari kita pergi saja”
sahut teman pria tersebut. “awas saja kau”
sahut pria tersebut sambil ditarik bersama temannya.
Hari sudah larut malam
aku segera mematikan lampu rumahku dan langsung aku berbaring diatas ranjang
sambil menutup mataku.
Tengah malam pukul
00.00 aku terbangun dengan melihat kucing kesayanganku beranjak dari kamarku
menuju keluar kamar tak tahu kemana dia akan akan pergi,aku ikuti keluar kamar
dan mencarinya sampai keruang tamu,tiba-tiba tak terduga ada seseorang yang
memukulku dari belakang sampai aku terjatuh. Kulihat ada segerombolan orang
yang memakai penutup muka berjumlah 5 orang yang sedang mencari kunci mobilku.
Kucing kesayanganku datang kepadaku tetapi disergap oleh salah satu pria yang
memakai topeng tersebut dan langsung membunuhnya lalu aku dipukul dan ditendang
oleh pria yang membunuh kucing kesayanganku. Ketika salah seorang dari mereka
sudah menemukan kunci mobilku lalu pria yang memukuli dan menedangiku tersebut
akhirnya membuka penutup mukanya dan ternyata dia adalah anak dari bos terkaya
yang dulu aku pernah bekerja untuknya dan akupun pingsan.
Aku bangun setelah
pingsan semalam dan kulihat kucingku yang terkapar di ruang tamuku dan segera
menguburnya. Kulihat garasi rumahku ternyata benar saja mobil yang menjadi
kenangan hidupku itu hilang diambil olehnya.
Aku membongkar lantai
yang sudah lama ku kubur senjata dan berkas-berkas dari sisa pekerjaanku dulu.
Aku dapat kembali bekerja dengan pekerjaanku yang dulu dengan alasan pribadi
bukan untuk bosku itu.
Aku menuju ke bengkel
mobil kepunyaan bosku dulu dan dipimpin oleh salah satu temanku. Ternyata
disana terdapat mobil kesayanganku. “haii..
teman lamaku,apakabar?” sapa seorang pemimpin bengkel kepadaku. “aku baik saja,how about you friend”
jawabku. “I’m good” sahutnya. “ini mobilku ada disini?” tanyaku kepada
pemimpin bengkel tersebut. “oh iya teman,semalam aku kedatangan anak bosmu dulu
dan para komplotannya menghampiriku agar
menjual mobil ini kepadaku tetapi aku menolaknya dan dia mamaksa kepadaku
dengan menodongkan pistol kepadaku tetapi aku taktakut dan aku berkata “kamu tidak tahu dimana kamu berada,silahkan
tembak aku dan semua anak buahku akan langsung membunuhmu” dan salah satu
temannya menenangkannya “sudahlah ayo kita pergi saja” sahut temannya. Akhirnya
mereka pergi dari bengkelku. “pergi sana dan don’t come back for me” sahutku.
Mobil yang dicurinya itu ditinggalkan disini” begitu cerita menurut pemimpin bengkel yaitu temanku. “aku akan mengambil mobilku lagi”
sahutku. Aku pergi dari bengkel temanku itu membawa mobilku kembali.
Aku sudah siap dan
sudah membereskan barang-barangku untuk dibawa pergi. Aku menuju hotel yang
dulu biasa kutempati selepas kerja.
Sampai di hotel aku
langsung masuk dan memesan kamar. “aku
ingin check in kamar nomor 13 dengan penghuni yang sama 5 tahun silam”
sahutku kepada pegawai hotel. “oke mohon
tunggu sebentar” jawab pegawai hotel tersebut. “namanya Jordan Hudson?” tanya pegawai hotel kepadaku. “iya betul” jawabku. “oke selamat menikmati” sahutnya. Ada
yang memangilku yang sedang duduk di tempat check in dan berkata “hai jordan,apakah kamu akan kembali lagi
dengan pekerjaanmu”. Aku menengok wanita tersebut dan ternyata jenny
temanku selagi aku di bar yang tidak jauh dari hotel ini. “hai jenny,mungkin aku kembali dengan pekerjaanku yang dulu bukan untuk
bosku” sahutku. “lalu untuk apa?”
sahutnya. “untuk kepentingan pribadiku”
jawabku. “oke jordan,good luck for you” sahut jenny kepadaku. “thanks jenny” sahutku lagi.
Hari sudah gelap dan
aku pun sudah siap untuk menuju tempat dimana anak dan ayahnya yang dulu bosku
itu bersantai di bar.
Kulihat di depan pintu
masuk bar terdapat salah satu seorang pengawal dari bosku bernama Jacob, dia
salah satu temanku saat bekerja dulu. “hey
teman,apakabar nya?” sahutku sambil menodongkan pistol dikepala
belakangnya. “kamu bekerja lagi temann..”
katanya sambli mengangkat tangan dan bibirnyapun bergetar. “cepat buka pintunya” sahutku. Jacob pun
membuka pintu bar tersebut dan aku pun masuk. Di dalam bar tersebut terlihat
banyak pengawal dari bosku dulu. Aku mencari anak bosku dulu itu dengan
sembunyi-sembunyi dan biasanya dia berada di lantai dua tempat pemandian air
panas yang nyaman untuk bersantai dan ditemani oleh banyak pelayan sexy. Aku
naik tangga secara sembunyi-sembunyi yang tidak dilihat oleh para pengawal
bosku dulu.
Dilantai dua tepat di
belakang tembok aku langsung memegang pisau dan langsung ku bunuh dengan
menusuk lehernya dari belakang “aaggrhhh...”
suara pengawal yang telah kubunuh. Terlihat pengawal kembali berdiri di pinggir
pintu toilet namun sebelum melalkukan tindakanku salah satu pengawal mengetahui
aku yang akan membunuh salah satu rekannya lalu di tempat tersebut terjadilah
adu tembak dan saling menembak antara aku dan para pengawal. Para pengawal
langsung fokus ke lantai dua dan anak bosku itu lari. Satu persatu pengawal
yang menyerangku terkena peluru tembakanku dan aku langsung mengejar anak itu. Aku
lihat anak itu keluar dari pintu belakang dan akupun langsung mengikutinya.
Kulihat dia berlari menjauh dari ku di tempat parkiran belakang bar namun kulontarkan
peluru pistolku dikaki kanannya lalu mengenainya dan dia terjatuh dan merasa
kesakitan. “aahhghhgh.. aku sungguh minta maap atas kejadian
itu,tolong jangan bunuh aku pleeaassseee..” kata anak itu sambil menahan
kesakitan. “doorrrrr...” suara lontaran peluru pistolku mengenai kepala
anak itu.
Aku berjalan menuju
pintu belakang bar tetapi.. “doorrr..”
bunyi suara lontaran peluru pistol ke arahku tetapi meleset dan mengenai ban
mobil yang sedang diparkirkan dibelakangku. Kulihat didepan pintu bar ternyata
dia adalah bosku dulu yang sekaligus anak yang sudah kubunuh tadi dan dia marah
karena mengetahui kejadian itu. Aku segera melontarkan peluru pistolku kembali
kepadanya tetapi sasaranku meleset dan
dia pun pergi masuk menuju bar kembali. Ku kejar bosku itu tetapi dia dikawal
oleh banyak pengawal dan akhirnya di tempat parkiran belakang bar terjadilah
saling tembak antara aku dan para pengawalnya. Satu persatu akhirnya lontaran
peluruku mengenai para pengawalnya itu. ku kembali masuk mengejarnya dan
ternyata dia sudah berada dibelakang pintu dengan pistol yang ada ditangannya
menarah langsung dan menempelkannya ke kepalaku. “Jatuhkan pistolmu” sahutnya kepadaku. “oke
oke.. aku akan menjatuhkannya” jawabku sambil perlahan meletakkan dilantai.
Aku menatapnya dan menanatap sekeliling tempat ini ternyata sudah tidak ada
pengawal lagi dan aku langsung sergap merebut pistol dari tangannya dengan
jurus yang sudah kupelajari sendiri ketika dulu aku pernah ikut bergabung
dengan beladiri pencak silat. “aku akhiri
aja hidupmu yang tak berguna ini” sahutku. “tolong jangan bunuh aku,mari kita cari jalan keluarnya,pleaassee jangan
bunuh aku..” katanya sambil ketakutan. “bullshit...
rasakan ini peluru pistolmu sendiri..” sahutku sambil memeang pistol kearah kepala bosku dulu itu. “dorr..dor..dorr...” suara lontaran
peluru pistol berbunyi tiga kali yang mengenai kepala bosku dulu yang sudah
menjerumuskanku menjadi seorang pembunuh.
Ak kembali ke hotel
dengan berlumuran darah tapi pegawai hotel tidak merasakan keanehan denganku
karena sudah biasa mereka melihat aku seperti ini.
Dipagi yang cerah aku
check out dari tempat penginapan itu. “sudah
menyelesaikan pekerjaanmu?” sahut pegawai hotel itu. “ya,aku sudah menyelesaikannya dan sekarang aku hidup normal kembali”
jawabku. “bye jordan,see you” kata sipegawai.
“byee....” sahutku.
Aku pulang ke rumah dan
akhirnya aku hidup normal kembali tanpa ditemani istri dan kucing pemberian
istriku lagi.



