Friday, 10 July 2015

cerpen seperti novel

 KEHIDUPANKU
Istriku berbaring di atas kasur kamar rumah sakit yang terlihat lemah dimataku,tak kunjung sembuh penyakit yang dideritanya selama 2 tahun ini. Selalu ku temani selama dia berada di rumah sakit dan selalu kudampingi selagi dia membutuhkan ku. Namun apa daya istriku telah menghembuskan nafas terakhirnya setelah selama ini dia berjuang untuk kesembuhannya. Aku sangat sedih ketika melihat kepergiannya.
Pemakan ramai yang sudah dikelilingi oleh para kerabat dekatnya dan teman-temanku pula berada disitu dan mereka turut bersedih atas kepergian istriku. “aku turut berbelasungkawa atas kepergian istrimu,don’t be sad man” sahut salah seorang teman lamaku bernama jony. “iya makasih” jawabku.
Seakan menuju kamar mandi tiba-tiba pintu depan rumahku berbunyi bel menandakan ada seseorang. “tinnuunnggg...tinnunngg”. Aku buka pintu depan rumahku dan didepan pintu ada seorang yang berpakaian seperti pengantar surat atau sejenisnya tetapi kali ini orang tersebut bukan membawa surat melainkan membawa bungkusan seperti kotak atau kado ulang tahun. “apakah benar ini rumah anda” sahut orang tersebut sambil melihat daftar nama kiriman barang. “iya betul” sahutku. “silahkan tanda tangan disini”  sahutnya lagi,lalu aku menanda tangani yang sesuai apa yang diperintahkan. “makasih pak” sahutku kepada pengantar barangku tadi, “iya sama-sama” jawabnya.
Aku makin penasaran atas isi barang yang ku terima tadi. Aku membuka barang tersebut,ternyata.. didalamnya ada seekor kucing yang lucu dan menggemaskan,aku langsung tersenyum dan berkata “oh my god,I ilike it”. Dan ada sehelai surat yang kulihat didalamnya. “sayangku..terimakasih atas semuanya yang telah engkau berikan kepadaku selama ini,yang telah ada disampingku. Mohon maaf apabila aku telah merepotkan selama aku ada dikehidupanmu. Mohon  maaf juga atas kepergianku yang begitu cepat yang tidak selalu ada untukmu dan yang tidak selalu ada disamping kamu. Mohon maaf pula ketika kamu berulang tahun tetapi aku telah melewatkan nya dan sebagai gantinya ini hadiah dariku untukmu sayangku,dan semoga kamu senang dengan apa yang kuberikan ini. Happy birthday to you...happy birthday to youuu.. makasih ya atas semuanya” begitu isi surat tersebut dan ternyata itu hadiah dari istriku.
Aku sekarang sendiri dirumah bersama kucing pemberian istriku,dan selalu merindukan istriku yang dulu disampingku ketika bersantai dirumah,tetapi dengan adanya kehadiran kucing pemberian istriku itu sekarang bisa memberiku sedikit lebih tenang.
Dipagi yang cerah aku berjalan-jalan dengan kucing pemberian istriku ke tempat yang membuatku ku tenang yaitu tempat dimana dulu aku dan istriku biasa bersantai ditepi danau yang sungguh indah dipandang dengan menggunakan mobil yang sudah kubeli dengan tabunganku dan tabungan istriku seakan membuat kenangan semua ini tak terlupakan,sesampainya di tempat yan membuatku kagumi disana terlihat pemandangan yang sungguh indah dilihat dan menyaksikannya dengan kucing kesayanganku.
Cuaca semakin panas sehingga aku dan kucing kesayanganku beranjak pergi dari tempat yang penuh kenangan itu. Ketika sedang berjalan menuju rumah ternyata bahan bakar kendaranku hampir habis sehingga aku hinggap ketempat pengisian bahan bakar. Aku sedang mengisi bahan akar ke mobilku lalu ada 5 orang yang sedang mengisi bahan bakar juga dan salah satu dari mereka menghampiriku dan mengatakan “mobil keren,berapa harganya?” sahut pria tersebut, “mobil ini tidak ku jual” jawabku lalu pria tersebut menghampiri kucing kesayanganku yang berada di dalam mobilku. “jangan sentuh kucingku dan jangan ganggu diriku lagi” sahutku sampil menepil tangan pria tesebut yang hendak ingin mengambil kucing kesayanganku. “sudahlah jangan buang-buang waktu kita saja,mari kita pergi saja” sahut teman pria tersebut. “awas saja kau” sahut pria tersebut sambil ditarik bersama temannya.
Hari sudah larut malam aku segera mematikan lampu rumahku dan langsung aku berbaring diatas ranjang sambil menutup mataku.
Tengah malam pukul 00.00 aku terbangun dengan melihat kucing kesayanganku beranjak dari kamarku menuju keluar kamar tak tahu kemana dia akan akan pergi,aku ikuti keluar kamar dan mencarinya sampai keruang tamu,tiba-tiba tak terduga ada seseorang yang memukulku dari belakang sampai aku terjatuh. Kulihat ada segerombolan orang yang memakai penutup muka berjumlah 5 orang yang sedang mencari kunci mobilku. Kucing kesayanganku datang kepadaku tetapi disergap oleh salah satu pria yang memakai topeng tersebut dan langsung membunuhnya lalu aku dipukul dan ditendang oleh pria yang membunuh kucing kesayanganku. Ketika salah seorang dari mereka sudah menemukan kunci mobilku lalu pria yang memukuli dan menedangiku tersebut akhirnya membuka penutup mukanya dan ternyata dia adalah anak dari bos terkaya yang dulu aku pernah bekerja untuknya dan akupun pingsan.
Aku bangun setelah pingsan semalam dan kulihat kucingku yang terkapar di ruang tamuku dan segera menguburnya. Kulihat garasi rumahku ternyata benar saja mobil yang menjadi kenangan hidupku itu hilang diambil olehnya.
Aku membongkar lantai yang sudah lama ku kubur senjata dan berkas-berkas dari sisa pekerjaanku dulu. Aku dapat kembali bekerja dengan pekerjaanku yang dulu dengan alasan pribadi bukan untuk bosku itu.
Aku menuju ke bengkel mobil kepunyaan bosku dulu dan dipimpin oleh salah satu temanku. Ternyata disana terdapat mobil kesayanganku. “haii.. teman lamaku,apakabar?” sapa seorang pemimpin bengkel kepadaku. “aku baik saja,how about you friend” jawabku. “I’m good” sahutnya. “ini mobilku ada disini?” tanyaku kepada pemimpin bengkel tersebut. “oh iya teman,semalam aku kedatangan anak bosmu dulu dan para komplotannya  menghampiriku agar menjual mobil ini kepadaku tetapi aku menolaknya dan dia mamaksa kepadaku dengan menodongkan pistol kepadaku tetapi aku taktakut dan aku berkata “kamu tidak tahu dimana kamu berada,silahkan tembak aku dan semua anak buahku akan langsung membunuhmu” dan salah satu temannya menenangkannya “sudahlah ayo kita pergi saja” sahut temannya. Akhirnya mereka pergi dari bengkelku. “pergi sana dan don’t come back for me” sahutku. Mobil yang dicurinya itu ditinggalkan disini” begitu cerita menurut  pemimpin bengkel yaitu temanku. “aku akan mengambil mobilku lagi” sahutku. Aku pergi dari bengkel temanku itu membawa mobilku kembali.
Aku sudah siap dan sudah membereskan barang-barangku untuk dibawa pergi. Aku menuju hotel yang dulu biasa kutempati selepas kerja.
Sampai di hotel aku langsung masuk dan memesan kamar. “aku ingin check in kamar nomor 13 dengan penghuni yang sama 5 tahun silam” sahutku kepada pegawai hotel. “oke mohon tunggu sebentar” jawab pegawai hotel tersebut. “namanya Jordan Hudson?” tanya pegawai hotel kepadaku. “iya betul” jawabku. “oke selamat menikmati” sahutnya. Ada yang memangilku yang sedang duduk di tempat check in dan berkata “hai jordan,apakah kamu akan kembali lagi dengan pekerjaanmu”. Aku menengok wanita tersebut dan ternyata jenny temanku selagi aku di bar yang tidak jauh dari hotel ini. “hai jenny,mungkin aku kembali dengan pekerjaanku yang dulu bukan untuk bosku” sahutku. “lalu untuk apa?” sahutnya. “untuk kepentingan pribadiku” jawabku.  “oke jordan,good luck for you” sahut jenny kepadaku. “thanks jenny” sahutku lagi.
Hari sudah gelap dan aku pun sudah siap untuk menuju tempat dimana anak dan ayahnya yang dulu bosku itu bersantai  di bar.
Kulihat di depan pintu masuk bar terdapat salah satu seorang pengawal dari bosku bernama Jacob, dia salah satu temanku saat bekerja dulu. “hey teman,apakabar nya?” sahutku sambil menodongkan pistol dikepala belakangnya. “kamu bekerja lagi temann..” katanya sambli mengangkat tangan dan bibirnyapun bergetar. “cepat buka pintunya” sahutku. Jacob pun membuka pintu bar tersebut dan aku pun masuk. Di dalam bar tersebut terlihat banyak pengawal dari bosku dulu. Aku mencari anak bosku dulu itu dengan sembunyi-sembunyi dan biasanya dia berada di lantai dua tempat pemandian air panas yang nyaman untuk bersantai dan ditemani oleh banyak pelayan sexy. Aku naik tangga secara sembunyi-sembunyi yang tidak dilihat oleh para pengawal bosku dulu.
Dilantai dua tepat di belakang tembok aku langsung memegang pisau dan langsung ku bunuh dengan menusuk lehernya dari belakang “aaggrhhh...” suara pengawal yang telah kubunuh. Terlihat pengawal kembali berdiri di pinggir pintu toilet namun sebelum melalkukan tindakanku salah satu pengawal mengetahui aku yang akan membunuh salah satu rekannya lalu di tempat tersebut terjadilah adu tembak dan saling menembak antara aku dan para pengawal. Para pengawal langsung fokus ke lantai dua dan anak bosku itu lari. Satu persatu pengawal yang menyerangku terkena peluru tembakanku dan aku langsung mengejar anak itu. Aku lihat anak itu keluar dari pintu belakang dan akupun langsung mengikutinya. Kulihat dia berlari menjauh dari ku di tempat parkiran belakang bar namun kulontarkan peluru pistolku dikaki kanannya lalu mengenainya dan dia terjatuh dan merasa kesakitan. “aahhghhgh..  aku sungguh minta maap atas kejadian itu,tolong jangan bunuh aku pleeaassseee..” kata anak itu sambil menahan kesakitan. “doorrrrr...”  suara lontaran peluru pistolku mengenai kepala anak itu.
Aku berjalan menuju pintu belakang bar tetapi.. “doorrr..” bunyi suara lontaran peluru pistol ke arahku tetapi meleset dan mengenai ban mobil yang sedang diparkirkan dibelakangku. Kulihat didepan pintu bar ternyata dia adalah bosku dulu yang sekaligus anak yang sudah kubunuh tadi dan dia marah karena mengetahui kejadian itu. Aku segera melontarkan peluru pistolku kembali kepadanya tetapi sasaranku meleset  dan dia pun pergi masuk menuju bar kembali. Ku kejar bosku itu tetapi dia dikawal oleh banyak pengawal dan akhirnya di tempat parkiran belakang bar terjadilah saling tembak antara aku dan para pengawalnya. Satu persatu akhirnya lontaran peluruku mengenai para pengawalnya itu. ku kembali masuk mengejarnya dan ternyata dia sudah berada dibelakang pintu dengan pistol yang ada ditangannya menarah langsung dan menempelkannya ke kepalaku. “Jatuhkan pistolmu” sahutnya kepadaku.  “oke oke.. aku akan menjatuhkannya” jawabku sambil perlahan meletakkan dilantai. Aku menatapnya dan menanatap sekeliling tempat ini ternyata sudah tidak ada pengawal lagi dan aku langsung sergap merebut pistol dari tangannya dengan jurus yang sudah kupelajari sendiri ketika dulu aku pernah ikut bergabung dengan beladiri pencak silat. “aku akhiri aja hidupmu yang tak berguna ini” sahutku. “tolong jangan bunuh aku,mari kita cari jalan keluarnya,pleaassee jangan bunuh aku..” katanya sambil ketakutan. “bullshit... rasakan ini peluru pistolmu sendiri..” sahutku sambil memeang pistol  kearah kepala bosku dulu itu. “dorr..dor..dorr...” suara lontaran peluru pistol berbunyi tiga kali yang mengenai kepala bosku dulu yang sudah menjerumuskanku menjadi seorang pembunuh.
Ak kembali ke hotel dengan berlumuran darah tapi pegawai hotel tidak merasakan keanehan denganku karena sudah biasa mereka melihat aku seperti ini.
Dipagi yang cerah aku check out dari tempat penginapan itu. “sudah menyelesaikan pekerjaanmu?” sahut pegawai hotel itu. “ya,aku sudah menyelesaikannya dan sekarang aku hidup normal kembali” jawabku. “bye jordan,see you” kata sipegawai. “byee....” sahutku.

Aku pulang ke rumah dan akhirnya aku hidup normal kembali tanpa ditemani istri dan kucing pemberian istriku lagi.

Friday, 3 April 2015

Tindakan yang sesuai dengan hukum,agama,kesopanan,kesusilaan


  Ø  Tindakan yang sesuai dengan :
  1. Hukum
  2. Agama
  3.   Kesopanan
  4.   kesusilaan        
1. Hukum

 
 2. Agama
 3. Kesopanan
 4. Kesusilaan





Social Icons