Monday, 9 May 2016

Cerpen

Ini merupakan salah satu karya cerpen saya. Saya sudah menjualnya di berbagai website,tabloid,atau majalah tetapi tidak ada yang menerimanya sehingga saya upload aja di blog saya ini. Silahkan membaca,semoga bisa bermanfaat ya. kalau ada yang berminat untuk membeli atau memesan cerpen komen aja ya atau hubungi e-mail atau no tlpn dibawah ya,selamat membaca...

TEMPE MEMBANGKITKAN PEREKONOMIAN
Di sekitar halaman luar rumah terlihat ramai,tak tahu apa yang orang-orang lakukan sehingga berkumpul di halaman rumaku yang tidak begitu luas itu membuatku penasaran dengan yang mereka lakukan. Akupun keluar dengan meninggalkan pekerjaanku yang diperintahkan ibuku.
Aku bertanya pada mereka apa yang sedang mereka lakukan sehingga membuatku penasaran.
“lihat tuh nak” kata salah satu dari mereka sambil menunjukkan pabrik tempe ayahku.
Terlihat kobaran api yang melahap pabrik  ayahku. Aku berlari,berteriak memanggil ibuku. Ibuku langsung kaget mendengar berita itu dan langsung melihat dengan jeritan tangis yang begitu histeris.
Setelah 2 jam,kobaran api dapat di padamkan oleh para oetugas pemadam kebakaran. Diduga penyebab kebakaran karena adanya hubungan arus pendek listrik. Kerugian dari kejadian yang tidak terduga itu mencapai ratusan juta rupiah.
***
Kendaraan roda empat yang biasa terparkir di pintu garasi dekat rumahku kini sudah tiada. Terjual sesuai harga kendaraan tersebut. Namun uang yang terkumpul tidak sebanding dengan kerugian itu,tetapi masih bisa untuk penanaman modal usahanya kembali.
Omset produksi tempe pabrik ayahku menurun dari sebelumnya. Ayahku pantang menyerah untuk menjadikan kehidupan seperti dulu. Berdoa yang selalu dikerjakanya sehabis beribadah.
 Sehabis pulang sekolah aku membantu di pabrik tempe ayahku dan ikut membantu memasarkannya dengan ibuku. Biasanya tempe dititipkan ke warung-warung atau toko-toko yang ada di pasar. Kali ini warung dan toko yang biasa dititipkan itu menolaknya,karena sudah ada pengusaha tempe yang lain menitipkan atau memasarkannya di tempat ini.
Melihat ibuku kelelahan,aku hendak mencari tempat yang cukup untuk beristirahat sejenak. Sebuah toko yang menjual es campur yang aku pilih. Cukup luas dan nyaman untuk berteduh dari sinar mentari yang sangat panas. Rasa lelah ibuku sedikit terobati dengan adanya es yang kupesan.
Beralih ke pasar tradisional yang lain aku dan ibuku menawarkan produksi tempe ayahku dari toko ke toko namun tak ada satupun yang menerimanya. Namun tak terhenti di situ saja. Kita pindah lagi ke pasar tradisional berikutnya namun masih saja belum ada yang menerimanya. Hari menjelang sore,ibuku sudah terasa lelah sehingga kita beranjak pulang.
Ketika aku dan ibuku menyebrang,tiba-tba badanku terserempet oleh kendaraan roda empat yang cukup mewah. Aku sedikit tersungkur dan merasakan kesakitan. Pengendara mobil tersebut tidak melarikan diri dan turun lalu ikut membantu membangunkanku. Dia seorang pria mapan,memakai jas hitam berbadan tinggi tidak terlalu gendut dan dan tidak terlalu kurus.
“kamu tidak apa-apa nak?”
“iya bu tidak apa,ibu tidak apa-apa?” aku sedikit kesakitan memegang lenganku.
“ibu tidak apa-apa nak”
“ibu,ade..  maafkan saya. Saya tadi sedikit mengantuk sehingga bisa seperti ini.” sahut pria mapan tersebut.
“iya tidak apa-apa pak. Kecelakaan bisa terjadi dimana saja.” Kata ibuku.
“ibu bawa apa?” pria itu menunjukan barang yang ibuku bawa.
“itu tempe,hasil produksi suami saya.”
“oh kebetulan sekali,saya sedang mencari pabrik atau orang yang memproduksi tempe untuk dijadikan snack makanan ringan tempe kering di perusahaan saya.”
“oh syukurlah,yaudah datang aja ke alamat ini.” ibuku memberitahu alamatnya.
Pria mapan tersebut merupakan seorang pengusaha makanan ringan. Pendidikan terakhirnya yaitu SMA. Tekat dalam berwirausahanya sangat tinggi. Awal karirnya dia membuat keripik kentang dan dipasarkan ke beberapa toko. Banyak pesanan yang dia terima sehingga bisa memproduksi lebih banyak lagi. Produksinya hingga sekarang sudah banyak tersedia di supermarket dan toserba di seluruh Indonesia,dan bermacam-macam jenis makanannya.
***
Bel berbunyi dibalik pintu rumahku.sesorang telah menanti dibalik pintu depan rumahku. Ayahku membukakan pintu yang lebar itu. Terlihat seorang pria yang pernah kutemui di jalan bersama ibuku yang tidak sengaja menabrak saya itu.
“apakah benar ini rumah bapak? Yang memproduksi tempe?” tanya pria itu.
“iya benar,ayo silahkan masuk.” Sahut ayahku.
Ayah dan pria itu asik mengobrol. Tak lama kemudian aku dan ibuku dipanggil ayahku untuk bergabung dengan mereka.
“begini bu,pria ini ingin bekerjasama dengan kita. Bagaimana? Penghasilannya bisa mengembalikan perekonomian kita bu.” Sahut ayahku
“yaudah oke silahkan.”
“silahkan pak tandatangan disini” pria mapan menunjukan kertas yang akan ditandangani ayahku.
Ayahku menerima tawaran itu. Dia menandatanganinya diatas materai yang tertera di atas kertas yang diberikan pria sukses tersebut.
***
Bunyi klakson kendaraan roda empat yang sempat ku dengar. Kulihat di balik jendela kamar kesayanganku. Terlihat ayahku mengendarai mobil yang lebih mahal dibandingkan dengan mobil yang dulu pernah terparkir di garasi rumahku. Aku berlari keluar rumahku sambil memanggil ibuku. Tersenyum bahagia terlihat di wajah ayahku dan ibuku.
Setelah berjuang untuk bangkit dari musibah yang menimpa keluargaku. Akhirnya membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Bekerja sama dengan pengusaha yang sukses yang bisa mengembalikan perekonomian keluargaku.

>> jika ada yang berminat untuk membeli cerpen ini atau memesan  cerpen hubungi saja e-mai,no tlpm,atau komentar saja ya..<<<
syamsudin101298@gmail.com 

Tlp. 0085708984957

No comments:

Post a Comment

Social Icons